Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Monkeypox virus. Penyakit ini mirip dengan cacar biasa tetapi lebih ringan, meskipun tetap dapat menimbulkan komplikasi serius pada beberapa orang. Monkeypox pertama kali ditemukan pada monyet laboratorium, tetapi virus ini juga dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab, gejala, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan cacar monyet agar Anda lebih waspada terhadap penyakit ini.
1. Penyebab Cacar Monyet
Cacar monyet disebabkan oleh Monkeypox virus, yang masih satu keluarga dengan virus penyebab cacar (smallpox), tetapi tidak seberat cacar yang telah diberantas secara global. Virus ini dapat menular dari:
- Hewan ke manusia, melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tikus, atau tupai.
- Manusia ke manusia, melalui kontak erat dengan penderita, baik melalui droplet (percikan air liur), cairan tubuh, luka, atau benda yang terkontaminasi virus.
- Kontak dengan benda terinfeksi, seperti pakaian atau tempat tidur yang telah digunakan oleh penderita.
2. Gejala Cacar Monyet
Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam 5 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan dapat berlangsung selama 2–4 minggu. Beberapa gejala utama meliputi:
a. Gejala Awal (1–5 Hari Pertama)
- Demam tinggi
- Sakit kepala berat
- Nyeri otot dan sendi
- Kelelahan
- Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak, atau selangkangan)
b. Gejala Lanjutan (Hari ke-3 dan Seterusnya)
- Muncul ruam merah yang berkembang menjadi lenting berisi cairan
- Ruam biasanya muncul di wajah, kemudian menyebar ke tangan, kaki, dada, dan area tubuh lainnya
- Lenting akan mengering dan membentuk keropeng sebelum akhirnya sembuh
- Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan dan sembuh sendiri, beberapa orang dapat mengalami komplikasi serius, terutama individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak, atau ibu hamil.
3. Cara Penularan Cacar Monyet
Cacar monyet dapat menyebar melalui beberapa cara, antara lain:
- Kontak langsung dengan luka atau ruam penderita
- Menghirup percikan air liur (droplet) saat berbicara, batuk, atau bersin
- Menyentuh benda yang terkontaminasi, seperti pakaian atau seprai penderita
- Gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi
Orang yang sering bepergian ke daerah dengan kasus cacar monyet tinggi atau memiliki kontak erat dengan penderita lebih berisiko tertular penyakit ini.
4. Cara Mencegah Cacar Monyet
Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk cacar monyet. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari infeksi virus ini. Beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah:
- Hindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet
- Gunakan masker dan sarung tangan jika merawat penderita
- Cuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer secara rutin
- Hindari kontak dengan hewan liar yang berpotensi membawa virus
- Jangan berbagi alat makan, pakaian, atau barang pribadi dengan orang yang terinfeksi
- Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat
- Vaksinasi, beberapa negara telah menggunakan vaksin cacar (smallpox) sebagai perlindungan tambahan terhadap cacar monyet
5. Pengobatan Cacar Monyet
Sebagian besar penderita sembuh tanpa pengobatan khusus dalam beberapa minggu. Namun, dokter mungkin akan memberikan:
- Obat untuk meredakan demam dan nyeri
- Cairan dan suplemen untuk mencegah dehidrasi
- Obat antivirus pada kasus yang lebih berat
- Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Kesimpulan
Cacar monyet adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Monkeypox virus dan dapat menyebar melalui kontak erat dengan penderita atau hewan yang terinfeksi. Meskipun sebagian besar kasus tergolong ringan, penyakit ini tetap bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan.
Menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan penderita, serta menerapkan pola hidup sehat adalah langkah penting dalam mencegah cacar monyet. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera cari bantuan medis untuk diagnosis dan perawatan lebih lanjut.