Demam adalah gejala yang sering dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, tidak semua demam itu sama. Di negara tropis seperti Indonesia, kita perlu waspada terhadap DBF (Demam Berdarah Dengue) yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Lalu, bagaimana cara membedakan DBF dengan demam biasa?
Apa Itu DBF?
Demam Berdarah Dengue (DBF) adalah penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini banyak terjadi saat musim hujan karena perkembangbiakan nyamuk meningkat.
DBF bisa berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan cepat, terutama saat terjadi penurunan trombosit dan kebocoran plasma darah.
Apa Itu Demam Biasa?
Demam biasa umumnya disebabkan oleh infeksi virus ringan seperti flu, batuk pilek, atau radang tenggorokan. Kondisi ini biasanya membaik dalam 3–5 hari dengan istirahat cukup, minum air yang banyak, dan obat penurun panas.
Perbedaan Gejala DBF dan Demam Biasa
Berikut beberapa perbedaan penting yang perlu diperhatikan:
1. Pola Demam
- DBF: Demam tinggi mendadak (hingga 39–40°C), sering tanpa gejala pilek atau batuk.
- Demam biasa: Suhu meningkat bertahap dan sering disertai pilek, batuk, atau sakit tenggorokan.
2. Nyeri Tubuh
- DBF: Nyeri hebat pada otot dan sendi, bahkan terasa “ngilu seluruh badan”.
- Demam biasa: Nyeri ringan hingga sedang.
3. Munculnya Ruam atau Bintik Merah
- DBF: Bisa muncul bintik merah pada kulit akibat perdarahan kecil di bawah kulit.
- Demam biasa: Jarang muncul bintik merah khas seperti pada DBF.
4. Kondisi Trombosit
- DBF: Trombosit menurun drastis (perlu pemeriksaan darah).
- Demam biasa: Trombosit umumnya normal.
5. Fase Kritis
Pada DBF, biasanya terjadi fase kritis di hari ke-3 sampai ke-5 ketika demam mulai turun, tetapi justru risiko perdarahan meningkat. Banyak orang keliru mengira pasien sudah sembuh karena suhu tubuh turun.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
- Demam tinggi lebih dari 3 hari
- Nyeri perut hebat
- Muntah terus-menerus
- Mimisan atau gusi berdarah
- Lemas berat
Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan apakah itu DBF atau bukan.
Cara Mencegah DBF
Pencegahan utama adalah menghindari gigitan nyamuk dan memberantas sarangnya dengan metode 3M Plus:
- Menguras tempat penampungan air
- Menutup rapat tempat air
- Mengubur barang bekas
- Plus: menggunakan lotion anti-nyamuk, kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan
Kesimpulan
Demam biasa memang sering terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Namun, DBF bisa menjadi kondisi serius jika terlambat dikenali. Perhatikan pola demam, gejala penyerta, dan jangan ragu melakukan pemeriksaan darah jika demam berlangsung lebih dari tiga hari.
