Pagi hari terasa begitu menyenangkan. Anda bangun dengan energi penuh, pekerjaan berjalan lancar, bahkan hal-hal kecil terasa menyenangkan. Namun, beberapa jam kemudian, suasana hati tiba-tiba berubah. Anda menjadi mudah tersinggung, sedih, cemas, atau kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas.
Pernah mengalaminya?
Perubahan mood dalam satu hari sebenarnya cukup umum. Suasana hati manusia memang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi tubuh, pola tidur, makanan, hormon, hingga situasi yang terjadi sepanjang hari. Namun, jika perubahan tersebut terasa sangat ekstrem, sering terjadi, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Mood Memang Bisa Berubah Secara Alami
Mood atau suasana hati bukan sesuatu yang selalu stabil. Otak terus menerima dan memproses berbagai informasi dari lingkungan, tubuh, serta pengalaman emosional kita.
Misalnya, mendapatkan kabar baik pada pagi hari dapat membuat seseorang bersemangat. Sebaliknya, konflik dengan rekan kerja beberapa jam kemudian bisa membuat mood menurun.
Artinya, perubahan suasana hati tidak selalu berarti ada masalah kesehatan. Dalam banyak situasi, mood yang naik turun merupakan bagian normal dari respons manusia terhadap berbagai kejadian.
Yang perlu diperhatikan adalah seberapa sering, seberapa drastis, dan seberapa besar perubahan tersebut memengaruhi kehidupan seseorang.
1. Kurang Tidur Bisa Mengacaukan Suasana Hati
Tidur bukan hanya waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur emosi.
Ketika tidur tidak cukup atau kualitas tidur buruk, seseorang dapat menjadi lebih mudah marah, sensitif, sulit berkonsentrasi, dan lebih sulit menghadapi stres.
Tak heran jika seseorang yang awalnya merasa baik-baik saja pada pagi hari mulai merasa emosinya tidak terkendali setelah menjalani hari yang melelahkan.
Karena itu, sebelum mencari penyebab yang rumit, coba perhatikan kembali pola tidur selama beberapa hari terakhir.
2. Perut Kosong dan Gula Darah yang Berubah
Pernah merasa sangat mudah tersinggung ketika belum makan?
Rasa lapar dapat memengaruhi suasana hati. Ketika tubuh membutuhkan energi, seseorang bisa mengalami lemas, sulit berkonsentrasi, atau menjadi lebih mudah marah.
Pola makan yang tidak teratur juga dapat membuat energi terasa naik turun sepanjang hari. Karena itu, makan secara teratur dengan pilihan makanan yang seimbang dapat membantu menjaga energi dan mendukung kondisi tubuh secara keseluruhan.
3. Stres yang Menumpuk Tidak Selalu Terasa Langsung
Kadang-kadang kita merasa baik-baik saja, padahal tubuh dan pikiran sudah mengalami banyak tekanan.
Deadline pekerjaan, masalah keluarga, tuntutan sosial, kemacetan, hingga terlalu banyak informasi dari media sosial dapat menjadi sumber stres. Satu masalah mungkin terasa kecil, tetapi ketika terjadi terus-menerus, efeknya dapat terakumulasi.
Akibatnya, hal sederhana pada sore atau malam hari bisa terasa jauh lebih mengganggu dibandingkan biasanya.
Ini salah satu alasan mengapa seseorang bisa mengalami perubahan mood yang cukup besar dalam satu hari.
4. Hormon Juga Dapat Berperan
Perubahan hormon dapat memengaruhi suasana hati. Hal ini dapat terjadi, misalnya, dalam kaitannya dengan siklus menstruasi, kehamilan, masa setelah melahirkan, atau perubahan hormonal lainnya.
Pada sebagian orang, perubahan hormon dapat disertai perubahan energi, kualitas tidur, nafsu makan, dan respons emosional.
Namun, tidak semua perubahan mood dapat dijelaskan hanya dengan hormon. Jika gejalanya berat atau terus berulang, penyebab lain juga perlu dipertimbangkan.
5. Kafein, Alkohol, dan Zat Tertentu Bisa Memengaruhi Mood
Apa yang kita konsumsi juga dapat berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan suasana hati.
Kafein, misalnya, dapat membuat seseorang merasa lebih waspada, tetapi pada sebagian orang konsumsi berlebihan dapat berkaitan dengan rasa gelisah atau gangguan tidur. Alkohol juga dapat memengaruhi suasana hati dan kualitas tidur.
Respons setiap orang berbeda. Karena itu, memperhatikan hubungan antara konsumsi tertentu dan perubahan mood dapat membantu menemukan pola.
6. Lingkungan dan Interaksi Sosial Punya Pengaruh Besar
Mood tidak hanya berasal dari dalam diri.
Percakapan yang menyenangkan dengan teman bisa membuat hari terasa lebih ringan. Sebaliknya, kritik, konflik, tekanan pekerjaan, atau pengalaman tidak menyenangkan dapat mengubah suasana hati dalam waktu singkat.
Bahkan paparan terus-menerus terhadap berita negatif atau media sosial dapat membuat sebagian orang merasa lebih stres atau kewalahan.
Kadang-kadang, perubahan mood yang terasa “mendadak” sebenarnya merupakan respons terhadap sesuatu yang terjadi beberapa jam sebelumnya.
7. Kondisi Kesehatan Mental Juga Perlu Dipertimbangkan
Perubahan suasana hati yang sesekali terjadi merupakan hal yang umum. Namun, perubahan mood yang sangat intens, berulang, dan disertai perubahan signifikan pada tidur, energi, perilaku, atau kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari dapat menjadi tanda bahwa seseorang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Beberapa kondisi kesehatan mental memang dapat melibatkan perubahan suasana hati, termasuk gangguan depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar.
Penting untuk tidak mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan mood yang naik turun. Diagnosis membutuhkan penilaian profesional dan mempertimbangkan pola gejala secara menyeluruh.
Kapan Perubahan Mood Perlu Diperiksa?
Coba perhatikan jika perubahan suasana hati:
-
terjadi sangat sering atau semakin intens;
-
berlangsung cukup lama dan mengganggu pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial;
-
disertai perubahan tidur atau nafsu makan yang signifikan;
-
membuat Anda sulit mengendalikan emosi atau perilaku;
-
disertai periode energi yang sangat tinggi dan kebutuhan tidur yang jauh berkurang;
-
membuat Anda kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai; atau
-
disertai pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup.
Jika muncul pikiran untuk menyakiti diri atau bunuh diri, cari bantuan segera dari orang yang dipercaya dan layanan kesehatan atau layanan darurat setempat.
Cara Sederhana Memahami Pola Mood
Daripada langsung menyalahkan diri sendiri karena mood berubah-ubah, cobalah mengamati polanya.
Selama beberapa hari, catat:
Jam tidur → makanan dan minuman → aktivitas → kejadian penting → tingkat stres → mood.
Dari catatan tersebut, Anda mungkin menemukan pola tertentu. Misalnya, mood lebih mudah memburuk setelah tidur larut, melewatkan makan, bekerja tanpa jeda, atau menghadapi situasi tertentu.
Aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, pola makan seimbang, waktu istirahat, serta hubungan sosial yang sehat juga dapat membantu mendukung kesehatan mental dan emosional.
Jadi, Apakah Mood yang Berubah Drastis Itu Normal?
Bisa saja normal, terutama jika perubahan tersebut memiliki pemicu yang jelas dan kembali stabil setelah situasi berlalu.
Namun, yang lebih penting bukan sekadar seberapa cepat mood berubah, melainkan pola keseluruhannya. Apakah perubahan itu sering terjadi? Seberapa intens? Apakah mengganggu kehidupan sehari-hari? Apakah ada perubahan lain pada tidur, energi, perilaku, atau fungsi sehari-hari?
Mood yang berubah dalam satu hari tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Tetapi jika perubahan terasa ekstrem, berulang, atau semakin sulit dikendalikan, berbicara dengan dokter atau profesional kesehatan mental dapat menjadi langkah yang tepat.
Memahami mood bukan berarti harus selalu mengendalikannya. Kadang, yang paling penting adalah belajar mengenali sinyal dari tubuh dan pikiran sebelum semuanya terasa terlalu berat.
