Pernah sedang duduk tenang di kantor, kelas, atau bahkan saat meeting, tiba-tiba terdengar suara “kruuk… kruuk…” dari perut? Yang bikin bingung, Anda sebenarnya tidak merasa lapar.
Tenang, kondisi ini cukup umum dan tidak selalu berarti tubuh sedang meminta makanan. Suara dari perut pada dasarnya merupakan bagian dari aktivitas normal sistem pencernaan. Namun, jika bunyi perut terjadi terlalu sering atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan.
Lantas, kenapa perut bunyi terus padahal tidak lapar?
Bunyi Perut Itu Sebenarnya Berasal dari Mana?
Suara perut dalam dunia medis sering disebut borborygmi. Suara ini muncul ketika otot-otot saluran pencernaan berkontraksi untuk menggerakkan makanan, cairan, dan gas di dalam usus.
Menariknya, proses tersebut tetap berlangsung meskipun Anda sedang tidak makan.
Setelah makanan masuk ke lambung dan usus, sistem pencernaan akan terus bekerja. Bahkan ketika perut kosong, saluran pencernaan tetap melakukan gerakan untuk “membersihkan” sisa makanan, cairan, dan gas.
Itulah sebabnya perut berbunyi tidak selalu identik dengan rasa lapar.
7 Penyebab Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar
1. Gerakan normal saluran pencernaan
Ini merupakan penyebab yang paling umum.
Lambung dan usus memiliki gerakan seperti meremas yang disebut peristaltik. Gerakan tersebut membantu mendorong isi saluran pencernaan dari satu bagian ke bagian berikutnya.
Ketika terdapat kombinasi udara, cairan, dan isi usus yang bergerak, suara dapat terdengar lebih jelas.
Jika Anda tidak mengalami nyeri, diare, muntah, atau keluhan lainnya, bunyi perut seperti ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
2. Banyak gas di dalam saluran pencernaan
Gas yang bergerak di dalam usus juga dapat membuat perut berbunyi.
Gas bisa bertambah karena berbagai hal, misalnya makan terlalu cepat, sering minum menggunakan sedotan, mengunyah permen karet, minum minuman berkarbonasi, atau mengonsumsi makanan tertentu yang mudah menghasilkan gas.
Selain bunyi perut, kondisi ini biasanya dapat disertai perut kembung atau sering kentut.
3. Makan terlalu cepat atau banyak menelan udara
Tanpa disadari, kebiasaan makan terburu-buru dapat membuat lebih banyak udara ikut masuk ke saluran pencernaan.
Udara tersebut kemudian bergerak bersama cairan dan isi usus sehingga suara perut terdengar lebih sering.
Cobalah makan dengan lebih perlahan dan mengunyah makanan dengan baik.
4. Efek makanan dan minuman tertentu
Beberapa makanan dapat meningkatkan aktivitas pencernaan atau produksi gas. Contohnya makanan yang tinggi serat, kacang-kacangan, sayuran tertentu, serta minuman bersoda.
Bukan berarti makanan tersebut harus dihindari. Namun, jika Anda menyadari bahwa perut sering berbunyi setelah mengonsumsi makanan tertentu, perhatikan pola tersebut.
Mencatat makanan dan keluhan yang muncul dapat membantu menemukan pemicunya.
5. Stres dan kecemasan
Pernah merasa perut “beraksi” saat sedang gugup?
Hubungan antara otak dan saluran pencernaan sangat erat. Stres dan kecemasan dapat memengaruhi gerakan usus sehingga sebagian orang mengalami perut lebih sering berbunyi, kembung, mulas, atau perubahan pola buang air besar.
Jadi, bukan hanya makanan yang dapat memengaruhi suara perut. Kondisi emosional juga bisa berperan.
6. Diare atau gangguan pencernaan
Jika bunyi perut muncul bersamaan dengan diare, kram perut, mual, atau perubahan pola buang air besar, penyebabnya bisa berkaitan dengan gangguan pada saluran pencernaan.
Saat usus bekerja lebih aktif, pergerakan cairan dan gas dapat menghasilkan suara yang lebih sering atau lebih keras.
7. Intoleransi atau gangguan tertentu pada pencernaan
Pada sebagian orang, makanan tertentu dapat memicu keluhan pencernaan. Misalnya, orang yang mengalami intoleransi laktosa dapat mengalami kembung, gas, dan diare setelah mengonsumsi produk susu.
Bunyi perut yang terus-menerus tidak cukup untuk menentukan diagnosis tertentu. Jika keluhan berulang dan mengganggu aktivitas, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah Perut Bunyi Terus Itu Berbahaya?
Belum tentu.
Jika perut hanya berbunyi tanpa disertai gejala lain, kondisi tersebut umumnya merupakan bagian dari aktivitas normal sistem pencernaan.
Namun, Anda sebaiknya lebih waspada jika bunyi perut disertai:
- Nyeri perut yang berat atau terus-menerus
- Muntah berulang
- Diare yang menetap
- Perut membengkak atau terasa sangat kembung
- Sulit buang air besar maupun buang gas
- Darah pada tinja
- Demam
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Nafsu makan yang menurun secara signifikan
Jika gejala-gejala tersebut muncul, terutama bila berat atau semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Bagaimana Cara Mengurangi Bunyi Perut?
Jika bunyi perut terasa mengganggu, beberapa kebiasaan sederhana dapat dicoba:
- Makan secara perlahan. Hindari makan terburu-buru agar udara yang tertelan lebih sedikit.
- Perhatikan makanan pemicu. Amati apakah bunyi perut muncul setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.
- Batasi minuman berkarbonasi. Minuman bersoda dapat meningkatkan jumlah gas di saluran pencernaan.
- Tetap terhidrasi. Cukupi kebutuhan cairan tubuh sepanjang hari.
- Kelola stres. Relaksasi, aktivitas fisik ringan, tidur yang cukup, dan teknik pernapasan dapat membantu mengurangi dampak stres terhadap pencernaan.
- Jangan langsung panik. Bunyi perut saja, tanpa gejala lain, biasanya bukan tanda penyakit serius.
Jadi, Haruskah Khawatir Jika Perut Sering Bunyi?
Pada kebanyakan kasus, perut bunyi meski tidak lapar merupakan hal yang normal. Suara tersebut dapat berasal dari gerakan alami lambung dan usus saat memindahkan makanan, cairan, serta gas.
Yang lebih penting bukan seberapa keras suara perut Anda, tetapi apakah ada gejala lain yang menyertainya.
Jika perut hanya berbunyi sesekali dan Anda merasa sehat, tidak perlu terlalu khawatir. Namun, bila bunyi perut terus terjadi bersama nyeri, muntah, diare berkepanjangan, perubahan pola buang air besar, atau penurunan berat badan, jangan abaikan. Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.
Kesimpulannya: perut yang bunyi tidak selalu berarti lapar. Kadang, itu hanyalah tanda bahwa sistem pencernaan Anda sedang bekerja.
