Keram perut saat berolahraga adalah masalah yang sering dialami, baik oleh pemula maupun atlet berpengalaman. Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba, menyebabkan rasa nyeri menusuk atau kejang di perut, dan sering kali memaksa seseorang untuk menghentikan aktivitas. Meski tidak berbahaya secara langsung, keram perut bisa mengganggu performa dan menurunkan motivasi berolahraga.
Mengapa Keram Perut Bisa Terjadi saat Olahraga?
Penyebab pastinya bervariasi, namun beberapa faktor umum meliputi:
- Pernapasan yang Tidak Teratur – Oksigen yang kurang masuk ke otot diafragma dapat memicu kejang otot.
- Makan atau Minum Terlalu Dekat dengan Waktu Olahraga – Perut yang masih mencerna makanan membuat aliran darah terbagi antara sistem pencernaan dan otot.
- Dehidrasi atau Ketidakseimbangan Elektrolit – Kekurangan cairan dan mineral seperti kalium, magnesium, dan natrium dapat memicu keram otot.
- Pemanasan yang Tidak Cukup – Otot yang belum siap bekerja keras lebih rentan mengalami kejang.
- Teknik Gerakan yang Kurang Tepat – Misalnya, lari dengan postur tubuh membungkuk atau gerakan intens yang terlalu cepat.
Cara Mencegah Keram Perut saat Olahraga
1. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan – Luangkan 5–10 menit sebelum dan sesudah olahraga untuk peregangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
2. Atur Waktu Makan – Hindari makan besar 1,5–2 jam sebelum olahraga. Pilih camilan ringan seperti pisang atau roti gandum jika butuh energi cepat.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan – Minum air secara bertahap sebelum, selama, dan setelah olahraga. Pertimbangkan minuman elektrolit untuk olahraga intens.
4. Latih Pola Pernapasan – Tarik napas dalam melalui hidung dan keluarkan melalui mulut untuk menjaga suplai oksigen ke otot.
5. Tingkatkan Intensitas secara Bertahap – Hindari langsung melakukan gerakan atau beban berat tanpa adaptasi.
Cara Mengatasi Keram Perut saat Terjadi
- Hentikan atau Kurangi Intensitas Gerakan – Beri waktu otot untuk rileks.
- Lakukan Peregangan Area Perut – Condongkan tubuh sedikit ke belakang sambil menarik napas panjang.
- Tekan Lembut Bagian yang Nyeri – Pijatan ringan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.
- Minum Air atau Cairan Elektrolit – Membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.
- Atur Pernapasan – Bernapas secara ritmis dapat meredakan ketegangan otot diafragma.
Kapan Perlu Waspada?
Jika keram perut sering terjadi meski sudah melakukan pencegahan, disertai mual, muntah, pusing, atau nyeri hebat yang tidak hilang setelah istirahat, segera hentikan olahraga dan konsultasikan ke dokter. Bisa jadi ada masalah pada organ pencernaan atau otot yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
Keram perut saat olahraga sering kali disebabkan oleh pernapasan yang tidak teratur, asupan makanan yang kurang tepat, atau dehidrasi. Dengan pemanasan yang cukup, pola makan teratur, hidrasi optimal, dan teknik olahraga yang benar, risiko keram perut dapat dikurangi. Jika keram tetap terjadi, teknik pernapasan, peregangan, dan istirahat sejenak biasanya dapat membantu meredakannya.