Kuku Mudah Patah? Ini Kebiasaan dan Kondisi yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Kuku Mudah Patah? Ini Kebiasaan dan Kondisi yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Kuku mudah patah atau terbelah mungkin terlihat seperti masalah sepele. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang kali, kuku yang rapuh bisa menjadi tanda bahwa ada kebiasaan tertentu yang perlu diubah atau kondisi tubuh yang perlu diperhatikan.
Kuku tersusun terutama dari keratin, yaitu protein yang juga membentuk rambut dan lapisan luar kulit. Kekuatan kuku dapat dipengaruhi oleh perawatan sehari-hari, paparan bahan tertentu, pola makan, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Kebiasaan yang Bisa Membuat Kuku Mudah Patah
Beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata dapat membuat kuku lebih rapuh.

1. Terlalu sering terkena air
Terlalu sering mencuci tangan, mencuci piring, atau merendam tangan dalam air dapat membuat kuku berulang kali mengalami proses basah dan kering. Siklus tersebut dapat membuat kuku menjadi lebih mudah terkelupas atau patah.
Penggunaan sarung tangan saat mencuci atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air dapat membantu melindungi kuku.

2. Sering menggunakan pembersih berbahan keras
Paparan deterjen, cairan pembersih, dan bahan kimia tertentu dapat mengurangi kelembapan kuku dan kulit di sekitarnya. Jika dilakukan terus-menerus tanpa perlindungan, kuku dapat menjadi kering dan rapuh.

3. Menggunakan kuku sebagai alat
Membuka tutup kemasan, mengorek sesuatu, atau mencungkil benda menggunakan kuku dapat memberikan tekanan berlebihan pada ujung kuku. Kebiasaan ini dapat menyebabkan kuku retak, terbelah, atau patah.

4. Terlalu sering melakukan perawatan kuku
Manikur, penggunaan kuteks, penghapus kuteks, atau prosedur kuku tertentu yang terlalu sering dapat membuat kuku mengalami tekanan dan menjadi kering. Penggunaan produk tertentu juga dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Memberikan waktu istirahat bagi kuku dan menghindari pemakaian produk yang membuat kuku terasa kering atau rapuh dapat membantu.

5. Menggigit kuku
Selain dapat merusak bentuk kuku, menggigit kuku juga dapat menyebabkan bagian kuku dan kulit di sekitarnya mengalami luka kecil. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko masuknya kuman melalui area yang terluka.

Kondisi yang Bisa Berkaitan dengan Kuku Rapuh
Tidak semua kuku mudah patah disebabkan oleh kebiasaan. Dalam beberapa kasus, kuku rapuh dapat berkaitan dengan kondisi tertentu.

Kekurangan nutrisi
Asupan nutrisi yang tidak mencukupi dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan kuku. Kekurangan zat besi, misalnya, dapat berkaitan dengan perubahan pada kuku pada sebagian orang.
Namun, kuku rapuh saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan nutrisi. Pemeriksaan dan penilaian dokter diperlukan jika terdapat kecurigaan terhadap kekurangan zat gizi tertentu.

Gangguan tiroid
Gangguan pada kelenjar tiroid dapat menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh, termasuk perubahan pada kulit, rambut, dan kuku. Kuku yang rapuh dapat menjadi salah satu tanda yang muncul, terutama jika disertai keluhan lain.

Infeksi jamur pada kuku
Infeksi jamur dapat menyebabkan kuku berubah warna, menebal, rapuh, atau mudah hancur. Kondisi ini biasanya membutuhkan penanganan yang sesuai karena kuku tidak selalu membaik hanya dengan menjaga kebersihannya.

Kondisi kulit tertentu
Beberapa penyakit kulit, seperti psoriasis atau eksim, dapat memengaruhi kuku. Perubahan dapat berupa kuku berlubang-lubang kecil, berubah warna, menebal, atau mudah terlepas.

Bagaimana Cara Menjaga Kuku Agar Tidak Mudah Patah?
Perawatan sederhana dapat membantu menjaga kuku tetap sehat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Jaga kuku tetap bersih dan kering.
- Gunakan sarung tangan ketika mencuci piring atau bersentuhan dengan bahan pembersih.
- Hindari menggunakan kuku untuk membuka, mengorek, atau mencungkil benda.
Potong kuku secara teratur dan jangan terlalu pendek.
- Gunakan pelembap pada kuku dan kulit di sekitarnya, terutama jika kuku terasa kering.
Hindari menggigit atau mengelupas kuku.
- Terapkan pola makan bergizi seimbang dengan sumber protein, vitamin, dan mineral yang cukup.

Kapan Kuku Mudah Patah Perlu Diperiksakan?
Jika kuku sesekali patah setelah terbentur atau mengalami tekanan, kondisi tersebut biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika kuku terus-menerus rapuh tanpa penyebab yang jelas atau disertai perubahan lain.
Perhatikan pula tanda seperti perubahan warna yang menetap, kuku menebal atau berubah bentuk, kuku terlepas dari dasarnya, nyeri, bengkak, atau perubahan yang hanya terjadi pada satu kuku dan semakin memburuk.
Intinya, kuku mudah patah tidak selalu berarti tubuh kekurangan vitamin. Kebiasaan sehari-hari seperti terlalu sering terkena air, paparan bahan kimia, hingga penggunaan kuku sebagai alat dapat menjadi penyebab. Jika kondisi berlangsung terus-menerus atau disertai perubahan kuku lainnya, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang tepat sehingga penanganannya tidak sekadar mengandalkan suplemen atau produk perawatan kuku.

Tinggalkan Komentar