Sea Salt: Lebih Sehat dari Garam Biasa? Ini Faktanya!

Sea Salt: Lebih Sehat dari Garam Biasa? Ini Faktanya!

Garam adalah salah satu bumbu paling umum digunakan dalam memasak, tetapi belakangan sea salt atau garam laut semakin populer dan diklaim lebih sehat daripada garam meja biasa. Banyak orang percaya bahwa garam laut mengandung lebih banyak mineral alami dan lebih ramah untuk kesehatan jantung. Namun, benarkah klaim ini? 

1. Apa Itu Sea Salt?
Sea salt atau garam laut diperoleh melalui penguapan air laut tanpa proses pemurnian yang terlalu berlebihan, sehingga sering kali mengandung mineral tambahan seperti magnesium, kalsium, dan kalium. Bentuknya bisa lebih kasar dibanding garam meja dan memiliki rasa yang sedikit berbeda karena kandungan mineral tersebut.
Sebaliknya, garam meja biasanya melalui proses pemurnian yang menghilangkan sebagian besar mineral, dan sering ditambahkan yodium untuk mencegah kekurangan yodium pada tubuh.

2. Kandungan Nutrisi dan Mineral
Sea salt memang mengandung mineral tambahan, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tidak signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Misalnya, magnesium dan kalsium yang ada hanya dalam jumlah jejak. Oleh karena itu, manfaat kesehatan dari mineral dalam sea salt sebenarnya minimal jika dibandingkan dengan sumber makanan kaya mineral lain seperti sayur, kacang-kacangan, atau ikan.
Kandungan natrium dalam sea salt juga hampir sama dengan garam meja. Jadi bagi orang yang perlu membatasi asupan garam, misalnya penderita hipertensi, konsumsi sea salt tetap harus diperhatikan.

Sea Salt vs Garam Biasa
- Natrium: Kandungan natrium sea salt hampir sama dengan garam meja, sehingga keduanya tetap perlu dikonsumsi dengan hati-hati.
- Mineral: Sea salt mengandung jejak mineral alami seperti magnesium, kalsium, dan kalium, sementara garam meja umumnya sudah melalui pemurnian sehingga kandungan mineralnya sedikit atau tidak ada.
- Yodium: Garam meja biasanya diperkaya yodium untuk mencegah kekurangan yodium, sedangkan sea salt alami biasanya rendah yodium.
- Rasa dan Tekstur: Sea salt memiliki tekstur kasar dan rasa yang lebih kompleks dibanding garam meja yang halus dan netral.

4. Mitos dan Fakta
- Mitos: Sea salt dapat menurunkan tekanan darah lebih baik daripada garam meja.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim ini. Natrium tetap tinggi, sehingga risiko hipertensi tetap ada.
- Mitos: Garam laut lebih “alami” dan aman untuk konsumsi berlebih.
Fakta: Tidak ada garam yang benar-benar aman jika dikonsumsi berlebihan. Asupan natrium tetap harus dibatasi maksimal 2.300 mg per hari menurut WHO.

5. Tips Mengonsumsi Sea Salt dengan Aman
1. Gunakan secukupnya sebagai bumbu, jangan berlebihan.
2. Kombinasikan dengan pola makan rendah garam, banyak sayur dan buah.
3. Perhatikan asupan natrium dari makanan olahan yang juga tinggi garam.
4. Pilih produk sea salt bersertifikat dan bebas kontaminan.

Kesimpulan
Sea salt memang mengandung beberapa mineral tambahan dan memiliki rasa yang lebih kompleks, namun tidak membuatnya jauh lebih sehat daripada garam meja biasa. Kesehatan tetap tergantung pada jumlah natrium yang dikonsumsi secara keseluruhan, bukan jenis garam yang digunakan. Jadi, nikmati sea salt sebagai variasi rasa, tetapi tetap bijak dalam takaran agar tubuh tetap sehat.

Tinggalkan Komentar