Tinggi badan adalah salah satu bagian dari penampilan fisik yang sering menjadi perhatian, terutama pada masa pertumbuhan. Banyak orang bertanya-tanya: apakah tinggi badan sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik, atau masih bisa berubah melalui pola hidup? Jawabannya: keduanya berperan, tetapi dalam porsi yang berbeda.
1. Seberapa Besar Pengaruh Genetik terhadap Tinggi Badan?
Genetik memiliki pengaruh paling besar dalam menentukan tinggi badan seseorang. Studi menunjukkan bahwa 60–80% tinggi badan dipengaruhi oleh gen yang diwariskan dari orang tua. Artinya, jika kedua orang tua bertubuh tinggi, kemungkinan besar anak juga akan tumbuh tinggi, begitu pula sebaliknya.
Namun, gen bukanlah faktor tunggal. Meskipun gen memberikan “batas potensi”, apakah seseorang mencapai potensi penuhnya sangat bergantung pada faktor lain.
2. Faktor Non-Genetik yang Bisa Mempengaruhi Tinggi Badan
a. Nutrisi
Nutrisi adalah faktor terpenting setelah genetik. Asupan berikut sangat berpengaruh pada pertumbuhan:
- Protein (telur, ikan, daging, susu)
- Kalsium (susu, keju, yoghurt)
- Vitamin D
- Zinc (seng)
- Magnesium dan fosfor
Anak yang kekurangan gizi cenderung tumbuh lebih pendek dari potensi genetiknya.
b. Tidur yang Cukup
Hormon pertumbuhan (HGH) diproduksi paling banyak saat tidur. Anak dan remaja yang kurang tidur berisiko mengalami pertumbuhan terhambat.
c. Aktivitas Fisik
Olahraga tertentu membantu merangsang hormon pertumbuhan dan memperkuat tulang, seperti:
- Berenang
- Basket
- Skipping (lompat tali)
- Bersepeda
- Yoga atau stretching
Aktivitas fisik teratur juga mencegah postur tubuh yang buruk.
d. Kondisi Kesehatan
Beberapa kondisi medis seperti gangguan tiroid, infeksi kronis, atau kelainan hormon bisa menghambat pertumbuhan jika tidak ditangani sejak dini.
e. Lingkungan dan Stimulasi
Lingkungan yang sehat, bebas stres berat, dan penuh dukungan secara emosional membantu tubuh bekerja optimal dalam masa pertumbuhan.
3. Apakah Tinggi Badan Masih Bisa Berubah Setelah Dewasa?
Setelah lempeng pertumbuhan tulang (growth plate) menutup—biasanya sekitar usia 18–21 tahun—tinggi badan tidak dapat bertambah secara alami.
Namun, ada hal yang dapat membuat tubuh terlihat lebih tinggi, seperti:
- Memperbaiki postur tubuh (mengurangi bungkuk)
- Latihan peregangan dan penguatan otot punggung
- Menurunkan berat badan berlebih
- Menghindari kebiasaan duduk terlalu lama
Perubahan ini bukan menambah panjang tulang, tetapi membuat posisi tubuh lebih optimal.
4. Mitos tentang Meninggikan Badan yang Perlu Diwaspadai
Beberapa klaim yang sering beredar tidak memiliki dasar ilmiah, seperti:
- Obat atau suplemen yang “menambah tinggi badan” pada orang dewasa
- Alat penarik atau sepatu khusus yang menjanjikan pertumbuhan tulang
- Tidur dengan posisi tertentu agar lebih tinggi
Pertumbuhan tulang panjang terjadi hanya selama masa pubertas hingga growth plate menutup.
5. Kesimpulan
Tinggi badan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi nutrisi, tidur, aktivitas fisik, dan kesehatan secara keseluruhan juga berperan besar dalam menentukan apakah seseorang mencapai potensi maksimalnya. Pertumbuhan hanya dapat terjadi selama lempeng pertumbuhan masih terbuka, sehingga masa kanak-kanak dan remaja merupakan periode paling penting untuk mendukung perkembangan tinggi badan.
Setelah dewasa, tinggi tidak bisa bertambah secara signifikan, tetapi postur tubuh yang baik dan gaya hidup sehat dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi dan lebih proporsional.
