Penggunaan obat ini HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Farmakologi :
Orlistat adalah inhibitor kerja lama dan spesifik dari lipase gastrointestinal. Aktivitas terapinya terjadi di lumen lambung dan usus halus dengan membentuk ikatan kovalen dengan bagian aktif dari lipase lambung dan pankreas. Enzim yang diinaktivasi tidak dapat menghidrolisi lemak, dalam bentuk trigliserida, menjadi asam lemak bebas dan monogliserida yang dpat diserap, maka berkurangnya kalori yang terjadi memberikan efek positif pada pengelolaan berat badan.
Indikasi : Orlistat diindikasikan bersamaan dengan diet rendah kalori ringan untuk terapi penderita obesitas dengan indeks massa tubuh (body mass indeks, BMI) lebih besar atau sama dengan 30 kg/m2 atau penderita kelebihan berat badan (BMI>28 kg/m2 disertai faktor-faktor risiko).
Terapi dengan orlistat hanya dapat dimulai bila terapi diet tunggal sudah dicoba lebih dulu dan mengurangi berat badan sedikitnya 2,5 kg selama 4 minggu berturut-turut. Terapi orlistat harus dihentikan setelah 12 minggu bila penderita tidak dapat berkurang sedikitnya 5% dari berat badan yang diukur di awal terapi.
Komposisi : Tiap kapsul mengandung Orlistat 120 mg dengan komposisi Sodium starch glycolate, Microcrystalline cellulose, Mannitol, Crosspovidone, Isopropyl alcohol.
Dosis dan Cara Pakai :
Dewasa : Dosis direkomendasikan adalah 120 mg kapsul setiap makanan utama (saat atau setelah satu jam makan). Bila tidak makan makanan yang mengandung lemak, dosis orlistat dapat ditiadakan. Tidak terdapat data efikasi dan keamanan untuk lebih dari 2 tahun, maka lamanya terapi dengan orlistat tidak lebih lama dari 2 tahun.
Dosis di atas 120 mg tiga kali sehari tidak menunjukkan mabfaat tambahan. Berdasarkan pengukuran lemak feses, efek orlistat tampak terlihat segera setelah 24 - 48 jam setelah pemberian. Bila terapi dihentikan, lemak di feses biasanya kembali pada kadar sebelumnya terapi dalam 48 - 72 jam.
Kontraindikasi : Orlistat dikontraindikasikan pada penderita dengan sindrom malabsorpsi kronik, kolestasis, menyusui dan penderita yang diketahui hipersensitif terhadap orlistat atau komponen apapun yang terkandung pada produk ini.
Peringatan : Penderita dianjurkan mengikuti panduan diet (lihat Dosis Dan Cara Pemberian).
Kemungkinan terjadinya gangguan pencernaan dapat meningkat bila orlistat diberikan dengan diet tinggi lemak (misalnya 2000 kalori/diet harian, >30% kalori dari lemak sama dengan >67 g lemak). Asupan harian lemak harus dibagi dalam tiga waktu makan utama. Bila orlistat diberikan bersamaan dengan salah satu makanan yang sangat tinggi lemak, kemungkinan timbulnya gangguan pencernaan meningkat.
Penurunan berat badan dengan terapi orlistat lebih kecil pada penderita dengan diabetes tipe 2 dibandingkan non diabetes. Terapi obat anti diabetes harus dimonitor ketat saat pemberian orlistat. Terapi dengan orlistat berpotensi mengurangi penyerapan vitamin larut lemak (A,D,E,K).
Untuk memastikan nutrisi yang cukup, penderita dengan diet kontrol berat badan di sarankan harus diet kaya buah dan sayuran dan mengkonsumsi suplementasi multivitamin. Bila supplement multivitamin direkomendasi, maka harus diminum sekurangnya 2 jam setelah pemberian orlistat atau menjelang tidur malam.
Berkurangnya berat badan yang diinduksi oleh orlistat akan disertai perbaikan kontrol metabolik pada diabetes tipe 2 yang mungkin akan mengakibatkan berkurangnya dosis pengobatan hipoglikemia oral (misalnya sulfonylurea).
Efek Samping : Efek samping orlistat sebagian besar terjadi pada pencernaan dan terkait dengan efek farmakologi obat dalam mencegah penyerapan lemak yang dicerna. Efek samping yang umumnya terjadi misalnya tetesan minyak (oil spotting), flatus dengan BAB, kesegeraan BAB (fecal urgency) BAB berlemak/ berminyak, bertambahnya BAB, inkontinensia BAB. Insidensi ini meningkat dengan lemak dalam diet.
Penderita harus diberikan pengarahan akan kemungkinan terjadi efek samping pencernaan dan bagaimana cara terbaik mengatasinya seperti mengatur kandungan lemak dalam diet. Konsumsi rendah lemak pada diet akan mengurangi efek samping pencernaan dan hal ini membantu penderita untuk memonitor dan mengatur asupan lemaknya.
Efek samping pencernaan ini bersifat ringan dan sementara. Timbul di awal pengobatan. Timbul di awal pengobatan (dalam 3 bulan) dan kebanyakan penderita mengalami hanya satu episode. Efek samping pencernaan yang biasa timbul akibat pengobatan dengan orlistat antara lain : nyeri/ ketidaknyamanan abdomen, banyak flatus (kentut), BAB cair, BAB lunak, kelainan gigi, kelainan gusi.
Efek samping lainnya : infeksi saluran napas bagian atas, infeksi saluran napas bagian bawah, influenza,
sakit kepala, gangguan menstruasi, ansietas, lemas (fatigue), infeksi saluran kemih, pruritus, kemerahan, urticaria, angiodema dan anafilaksis.
Kemasan : Blister isi 10 Kapsul
Cara Penyimpanan : Simpan pada suhu di bawah 30°C
Diproduksi Oleh : PT Sunthi Sepuri
BPOM No : DKL1731808301A1
Questions & Answers
Have a Question?
Be the first to ask a question about this.

